Archive for October, 2006

Seseorang itu Menyukaiku

Tuesday, October 31st, 2006

Seseorang itu menyukaiku…setiap
tatapan matanya menunjukkan kalau dia tertarik padaku, setiap hembusan nafasnya
seakan berkata aku suka kamu, setiap
apa yang dia lakukan selalu untuk membuatku senang…Saya benar-benar berdebar-debar,
dia begitu baik padaku, dia begitu memanjakanku, dia benar-benar membuatku
salah tingkah. Hari demi hari kami semakin dekat saja, dia mengajakku makan
malam bersama tanpa rasa ragu. Kuterima ajakannya itu dengan pikiran yang
wajar, bahwa dia adalah teman yang baik, namun saya benar-benar tahu kalau dia
itu menyukaiku…!!! Kami bahkan pergi ke gereja bersama, duduk berdua seakan
akan ingin memperlihatkan kepada sekeliling kalau kami ini sedang dekat,
seakan-akan bahwa kami memang senang berduaan. Dia tidak pernah membiarkanku
membayar makananku sendiri, yah mungkin dia memang kelebihan uang.

Saya . . ?? apakah saya
menyukainya? Apakah saya benar-benar menyukainya? Dia pria yang sangat baik
pikirku, tidak sombong dan banyak uang, apalagi pikirku? Apalagi yang kurang?

Nyaman . . . ??!!? apakah saya
merasakannya bila bersama dengan dia? Setahuku saya selalu sibuk memperbaiki
rambutku yang tertiup angin ataupun merapikan bajuku yang kusut  bila bersamanya. Apa yang kulakukan? Yah .
.semua orang tau kalau seorang perempuan akan selalu ingin terlihat perfect dihadapan orang yang disukainya.
Lho . .?? berarti saya menyukainya dong?

Tapi kenyataanya,saya lebih
senang bersama pria yang lain, saya merasakan kehangatan bila didekat pria itu.
Hei!! Siapa pria itu? Teganya kau melihat pria lain disaat kau sedang bersama
orang yang menyukaimua itu.

Dia sudah saya anggap seperti
kakak kandung saya sendiri, dia benar-benar mirip dengan kakak kandung saya,
dan juga sangat menyayangi saya seperti kedua orang sahabat saya. Dia
benar-benar pria yang membuat saya nyaman.

Apakah saya menyukainya??

Apakah saya menginginkannya??

Lalu bagaimana dengan pria yang
menyukaiku itu??

Tidak . . !! saya memang merasa
sangat nyaman bila bersamanya, tapi dia mungkin tidak merasakan hal yang sama.
Kenapa?kenapa jadi minder dan tidak percaya diri? Apakah kau telah
dikecewakannya? Tidak . . !! apa yang kau tanyakan itu? Saya benar-benar hanya
akan menjadi adiknya yang paling baik, dan saya akan segera jadian dengan orang
yang menyukaiku itu begitu ia memintaku menjadi pacarnya. Itulah skenario
cerita yang ada dalam pikiranku.

Saya menyakiti perasaanya . .
saya tau itu . .

Siapa? Siapa yang kau sakiti
perasaanya? Pria yang menyukaimu atau pria yang membuatmu nyaman? Pria yang
menyukaiku. Ternyata saya tidak dapat membohongi hatiku sendiri bahwa saya
sangat menyukainya, pria yang membuatku nyaman. Saya sampai hati membuat pria
yang menyukaiku itu menungguku sedangkan saya sedang bersama pria yang
membuatku nyaman itu. Dan ketika pria yang menyukaiku itu menelponku dengan
santainya saya menjawab lagi bersama dengan orang lain.

Apakah saya kejam??tidak
menurutku, saya akan menjadi kejam apabila saya tetap memberikan harapan2
kepada pria yang menyukaiku itu. Saya tahu saya telah membuatnya terluka sedemikian
dalamnya, saya tahu bahwa dia menyesal tidak bisa jadian dengan saya. Dan saya
sadar bahwa dia masih berusaha mengejar saya sampai ia benar2 yakin bahwa saya
sudah benar2 menghindari dirinya.

Maafkan saya, saya hanyalah
seorang gadis yang mungkin menurutmu menarik dari sekian banyak gadis dibumi
ini. Dan saya tidak akan pernah melupakan pertemuan kita dan cara2mu
mendekatiku. Saya tahu kamu pria yang baik, kamu akan bertemu dengan gadis yang
benar2 menyukaimu. Untuk saat ini saya hanya dapat mengenang apa yang sudah
terjadi. Sekarang saya telah mempunyai seseorang yang amat saya sayangi dan
saya akan merasa sangat senang sekali bila melihatmu telah menemukan gadis yang
kamu cari.

Memilih, Merenungkan, Memutuskan

Tuesday, October 31st, 2006

Alkisah ada seorang raja yang
kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena
terlalu banyak, emas dan kuningan itu bercampur menjadi satu.

Suatu hari, raja yang baik hati
ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu
mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas sesuka mereka. Karena emas dan
kuningan bercampur menjadi satu, sulit sekali bedakan mana emas 24 karat dan
mana emas 1 karat.

Raja membuat aturan: apabila
mereka sudah memilih dan mengambil satu emas, mereka tidak boleh
mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang hanya mendapat
emas 1 karat atau hanya mendapat kuningan dapat bekerja di kebun raja dan
merawat pemberian raja itu dengan baik, dan raja akan menambah kadar karat
sedikit demi sedikit

Mendengar itu bersukacitalah
rakyatnya dan mengelu-elukan raja mereka. Mereka datang dari berbagai tempat
dan dengan hati-hati mereka mengamat-amati benda-benda itu.

Waktu yang diberikan satu
setengah hari: setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan dan
setengah hari untuk memutuskan

            Para
prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak
jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses
pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang
rakyat, “Apa yang kau amat-amati sehingga waktu satu setengah hari kau habiskan
di sini?”

Jawab orang itu, “Tentu saja aku
harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.”

Lalu prajurit itu bertanya lagi,
“Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara
setumpuk emas ini, sedangkan waktumu sangat terbatas?”

Jawab orang itu lagi. “Tentu saja
tidak. Aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku
habis”

Lalu prajurit itu berkeliling dan
ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya, ia adalah seorang kaya.

Bertanyalah prajurit itu
kepadanya, “Hai orang kaya, apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah
lebih dari cukup?”

Jawab orang kaya itu, “Bagiku
hidup adalah uang. Kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja menambah
keuntunganku”

Kemudian prajurit itu kembali
mengawasi mereka satu persatu. Ia melihat seorang yang selama satu hari selalu
menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu dan bertanya,
“Mengapa engkau diam di sini? Apakah engkau tidak memilih emas-emas itu, atau
tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?”

Mendengar perkataan prajurit itu,
orang itu hanya diam saja sehingga prajurit itu bertanya lagi, “Atau engkau
yakin bahwa itulah emas 24 karat sehingga engaku tidak berusaha lagi mencari
yang lain?”

Orang itu masih terdiam. Prajurit
itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi dan berkata, “Tidakkah
engkau mendengar pertanyaanku?”

Sambil menatap prajurit itu,
orang itu menjawab, “Tuan, aku ini orang miskin. Aku tidak pernah tau mana emas
dan mana kuningan, tetapi hatiku memilih emas ini.

Akupun tidak tahu berapa kadar
emas ini, atau jika ternyata ini kuningan akupun tidak tahu.”

“Lalu mengapa engkau tidak
mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engakau tidak tahu?” Tanya
prajurit itu lagi.

“Tuan, emas dan kuningan ini
milik raja, jadi menurutku hanya raja yang tahu mana emas dan mana kuningan,
mana emas 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi aku percaya janji raja untuk
mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting,” jawabnya lugu

Prajurit semakin penasara,
“Mengapa bisa begitu?”

“Bagiku berapapun kadar emas ini
cukup buatku, karena kalau aku bekerja, aku harus menabung bertahun-tahun untuk
membeli emas tuan”

Prajurit itu tercengang mendengar
jawaban orang ini. Ia melanjutkan perkataanya, “Lagi pula, tuan, peraturannya
tidak boleh menukar emas yang sudah diambil”

“Tidakkah engkau mengambil
emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?”

“Aku sudah menggunakan waktu itu,
dan kini setengah hari terakhirku, inilah saat aku mengambil keputusan. Jika
aku menggantikan emas ini dengan yang lainnya, belum tentu aku mendapatkan emas
yang lebih baik dari ini. Aku memutuskan untuk mengabdi raja dan merawat
milikku ini untuk menjadikannya emas murni.”

Tidak lama lagi lonceng istana
akan berbunyi, tanda berakhirny kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri
di tempat yang tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas
yang kamu genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai perjanjian,
tidak seorangpun boleh menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati
melakukan hal itu, orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai
raja!”

Kata-kata raja itu diasambut
hangat oleh rakyatnya. Sekali lagi di hadapan rakyatnya raja memberitahu satu
hal,”Keahuilah bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Kalian semua harus
mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menabah kadar karat
karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setelah hari yang
kedua yaitu saat yang aku berikan kepada kaian semua untuk merenungkan pilihan,
aku tunggu kalian datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang
sekali hanya satu orang yang datang kepadaku menanyakan hal itu

Demikianlah raja yang baik hati
dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar
menambah kadar karat emas rakyatnya satu persatu.

Kisah ini dapat direfleksikan dalam mencari pasangan hidup

  1. Bagi yang sedang mencari pasangan (setengah hari untuk memilih)

Memilih memang boleh tetapi tidak
ada manusia yang sempurna. Jangan lupa, bahwa emas-emas itu milik sang raja,
jadi hanya Dia yang tahu hal itu. Setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah
untuk berkomunikasi dengan-Nya tentang pasangan.

  1. Bagi yang telah memperoleh pasangan (setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin saat pertama kali
mengenal, si dia tampak seperti emas 24 karat, teapi setelah mengenal
bertahun-tahun, ternyata si dia hanya berkadar 10 karat. Memang kita dihadapkan
dengan banyak pilihan, sama seperti rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi
pada saat kita sudah mendapatkannya, kita belum tentu mendapatkan yang lebih
baik. Jadi, jika dalam tahap ini kita merasa telah mendapatkannya, hal terbaik
yang dapat kita lakukan ialah menilai secara objektif siapa dia. Perlu
keterbukaan dan komunikasi. Tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum
menikah, lebih baik. Dengan demikian, kita tidak kaget setelah menikah. Tinggal
apakah kita mampu menerimanya atau tidak. Cinta selalu berjuang. Selalu ada
masalah dalam jalan cinta. Jika dalam tahap ini kita tidak pernah mengalami
masalah dengan pasangan (mungkin tidak pernah bertengkar), hubungan semacam ini
tidak sehat, karena penuh dengan kepura-puraan. Yang terpenting adalah niat
baik diantara pasangan. Dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada
jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini anda masih punya waktu setengah hari
lagi untuk memutuskan, artinya masih dapat mengganti pilihan, tetapi
pertimbangkan hal ini dengan baik.

  1. Bagi yang telah menikah (setengah hari memutuskan)

Dalam tahap ini kita telah
mengambil keputusan untuk memilihnya, siapapun dia. Jangan berfikir untuk mengambil
keuntungan dari pasangan. Jika hal ini terjadi, itu berarti egois, sama dengan
orang kaya di atas. Karena tidak pernah puas dengan diri pasangan, maka tidak
heran jika terjadi perselingkuhan. Kita tidak boleh menyesal dengan pilihan kita
sendiri. Jangan khawatir, raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah
kadar karat pada emasnya. Jadi, percaya saja bahwa Tuhan pasti akan
memperhatikan kita semua, rakyatnya, dan Dialah yang paling berkuasa mengubah
setiap orang. 

Perceraian bukanlah solusi.
Sampai kapan kita menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi? Ingat,
si dia adalah hadiah, terimalah siapapun dia

Setengah hari terakhir adalah
waktu untuk memutuskan, setelah itu kita tidak boleh menukar, mengambil lagi atau
menyia-nyiakan emas yang sudah dipilih. Jadi peliharalah pasangan sebagai hadiah
terindah yang telah diberikan Tuhan. Apapun yang terjadi dengan pasangan,
komunikasikalah itu dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.
Sebelum menilai baik buruk pasangan, kita juga harus ingat bahwa kita bukanlah
orang yang sempurnya.

Kisah ini dapat memberi inspirasi akan
makna sebuah pernikahan. Setelah menetapkan satu pilihan, kita tidak boleh lagi
menukarkan, mencari yang lain ataupun menyianyiakan pilihan tersebut. Pilihan yang sudah kita
tentukan pastilah merupakan hadiah terindah dari Tuhan untuk menemani kehidupan
kita, sehingga kita dapat menjalani hidup ini bergandengan tangan dengan
pasangan kita. Setiap pernikahan sama seperti dari kualitas emas yang kita
pilih. Kualitas emas itu akan selalu bertambah seiring dengan kita selalu mau
berusaha bersama dengan pasangan menambah kadar karat emas tersebut dalam
mengarungi bahtera rumah tangga…

 

Semoga kisah ini memberikan kita
banyak makna, renungan dan pelajaran untuk menghargai dan mencintai pasangan
kita apa adanya tanpa harus mendapatkan yang tidak dimiliki pasangan dari orang
lain.

Cinta dan Kesetiaan

Sunday, October 29th, 2006

Cinta dan kesetiaan adalah buah pohon
Buahnya matang perlahan-lahan di bawah
sinar matahari, hujan, dalam badai dan angin
Tetapi sekali cinta dan kesetiaan itu matang,
maka hidup bersamapun menjadi pesta
Cinta dan kesetiaan adalah kunci untuk rumah
Di dalamnya anda merasa aman dan pasti
Di dalamny berdenyut sebuah nadi
Di sana anda diterima dengan tangan terbuka

(Phil Bosmans)

blog gw gk error lagi

Saturday, October 28th, 2006

idih…gw kaget loh sumpah..tadinya ni blog gk bisa di akses sama sekali
eh gk taunya udah bener sendiri ni blog.
bisa diakses lagi

kapan-kapan lah gw perbaikin trus gw isi ni blog yee…ne mau nulis dulu di astacala.org
huahahhahahahahaha

blog yang aneehhh ^_^