Archive for July, 2007

Entahlah

Saturday, July 14th, 2007

Entahlah, kenapa saat ini saya disini, hanya disini?
Disaat semua orang memiliki kesibukan dan aktivitas masing-masing, saya seakan terbuai dengan segala kenyamanan menikmati hari-hariku yang aku anggap "useless"
Terbiasa dengan segala aktivitas dan jadwal kegiatan, membuat keaadaanku sekarang cukup membuatku bosan. Tapi aku tidak ingin beranjak dari sini. Aku menyukai tempat ini, kenapa? Karena disini rumahku, saya punya ruang tidur, ruang tv, ruang kerja, saung, perpustakaan, kolam ikan, taman, kebun dan teras. Meskipun sekarang disini sangat sepi, ditinggalkan oleh segala riuh yang ada, tapi saya tidak ingin beranjak dari sini, sekreku, rumahku.

Entahlah, kenapa kematian selalu menghantui jalan hidupku
Saya tau kematian adalah akhir dari penantianku, tapi saat ini saya membayangkan bahwa kematian itu indah dan berseni. Meninggalkan dunia ini, menuju awal dari segalanya. Kematian membuat kita lepas dari segala beban dunia yang ada dan membawa kita menuju suatu kehidupan yang lain, entah ada dimana

Entahlah, kini saya mengetahui bahwa hidupku dapat memberikan bahagia
Tidak pernah terfikirkan olehku bahwa hidupku masih dapat memberikan sebuah tujuan untuk ia yang menyayangiku. Hidupku memberikan arti yang besar untuk orang lain, membuatku kembali berfikir untuk kembali mencintai diriku yang fana ini dan kembali menjalani hidup tanpa harus memikirkan akhir penantianku karena aku bahagia dapat hidup di dunia ini. Karena aku bahagia bisa mengenalnya.

What God promise us

Saturday, July 14th, 2007

God didn’t promise day without pain
God didn’t promise laugher without sorrow
God didn’t promise sun without rain
But he did promise strength for the day
But he did promise comfort for the tears and light for the way

-by unknown-

14-30 Juni 2007 # 1

Friday, July 13th, 2007

Hari itu, tepatnya tanggal 14 Juni 2007 saya menyelesaikan UAS
terahkir, dalam kepalaku dipenuhi banyak sekali schedule yang harus segera saya
selesaikan. Tanggal 16 Juni saya sudah membuat janji dengan rekan dari KMPA ITB
untuk caving bareng di citatah, kegiatan ini sekaligus untuk mengetahui lokasi
gua yang ada di citatah dan untuk survey lokasi diklan AM Kawah Asa (KA) yang
kelak untuk dipertimbangkan.. Konfirmasi baru sebatas sms, sedangkan hari “H”
tinggal 2 hari lagi, saya sedikit pesimis kegiatan ini dapat berlangsung, sebab
dari sekre sendiri tidak ada yang dapat menemani saya, bila mau pergi sendirian
itu tidak mungkin, maka untuk memastikan segala sesuatunya, saya pun hendak
berangkat ke ITB untuk melakukan koordinasi. Namun ternyata saat itu saya tidak
berhasil mendapat pinjaman motor, sehingga saya membuat janji baru dengan Beri
pada esok harinya, 15 Juni sore hari.

15 Juni 2007, sebelumnya saya sudah mendapatkan
pinjaman motor untuk jam 4 sore.
Entah apa yang membuatku sangat sial
hari itu. Saat itu yang empunya motor malah make motor yang sebenarnya sudah
dijanjikan untuk dipinjamkan padaku, katanya sih cuma sebentar, dan berhubung
dia yang empunya motor, waktu itu, saya maklumi saja, toh waktu itu jam masih
menunjukkan pukul 15.00. dalam pikiranku, dia akan kembali jam 4 sore sesuai
janjinya atau selambat lambatnya jam 5. Ternyata sampai jam 18.30 yang empunya
motor bersama motornya tidak kunjung datang, maka geramlah diriku yang tidak
kuasa menahan emosi. Saya akhirnya mencari pinjaman motor lain, meskipun harus
menguras pulsa telepon saya tidak peduli, akhirnya dengan jalan yang sangat
ruwet tapi sukses, saya berhasil mendapat pinjaman motor ucup. Jalur
peminjamannya seperti ini: ucup pulang kampong dan motornya dititipkan ke
amirul, ternyata amirul lupa untuk mengantarkan motor ucup ke saya, setelah
saya telepon, ternyata amirul juga sudah tidak berada di bandung, motor ucup dititipkan ke amin, teman
kosannya. Setelah menelpon amin, akhirnya saya mendapatkan pinjaman motor. Saat
itu saya kesal sekali dengan si empunya motor yang menurutku telah “nipu” tidak
bisa menepati janji, tapi ternyata ini memang harus terjadi, yah maksudku ada
hikmah dari peristiwa ini. Ternyata rute/jalur menuju lokasi gua di citatah
sungguh “edan” dan sangat tidak mungkin untuk memakai “Mio” dalam kondisi jalan
berbatu yang menanjak, dengan estimasi waktu sekitar 30 menit. Kejadian yang
mengesalkan itu pun kini tidak pernah menjadi kejadian yang mengesalkan yang
sia-sia.

Akhirnya saya ke KMPA juga, saat
itu waktu menunjukkan pukul 8 malam. Rekan rekan dari KMPA terlihat cukup kaget melihat saya datang sendirian.
Dengan kepala yang cukup berat, dan tingkat stress yang tinggi saya melakukan
koordinasi yang cukup lama dengan Beri. Saat itu tingkat stressku cukup tinggi,
sehingga saya sulit membuat suatu keputusan, akhirnya pukul 00.00 saya menelpon
seseorang yang mungkin dapat membantu saya untuk membuat keputusan. Sepuluh
menit waktu saya menelpon cukup membuat saya yakin untuk memutuskan, masuk gua
vertikal dan horisontal dengan waktu pelaksanaan 16-17 Juni 2007 (tadinya ada
alternatif hanya masuk gua horisontal dan hanya sehari, tidak nge-camp)

16 Juni 2007, pukul 18.00 dua rekan dari KMPA yakni,
Baim dan Arfan datang ke sekre. Rencananya kami berangkat dari sekre Astacala,
sebab tidak mungkin saya ke KMPA bawa motor sendirian sambil bawa carrier.
Sekitar pukul 19.30 kami bertiga berangkat, saat ingin mengisi bensin, saya
menyadari dompet tidak ada di daypack, akhirnya saya kembali ke sekre,
mengobrak abrik tapi dompet tetap tidak menunjukkan keberadaannya. Dengann
segala kekesalan dan kedongkolan, akhirnya saya kembali ke pom bensin, dan
kembali berangkat menuju lokasi Beri menunggu kami. Pikirku tidak mungkin
menunda keberangkatan atau membatalkannya, maka akhirnya kuberanikan diri untuk
nekad ke citatah tanpa dompet, dengan isinya yang paling penting: STNK motor :p 

Sampai dicitatah dengan selamat. Ada masalah lagi…doome yang dibawa oleh
anak KMPA ternyata framenya patah, maka jadilah frame itu harus kami sambung
dulu dengan segenap cara yang mungkin, setelah berdiripun, bentuk doomenya
sungguh sangat menyedihkan, tapi ia doome yang telah memberikan kami berempat
tempat tidur yang cukup nyaman (karena tidak ada yang lain) Setelah beberapa
saat kami ngobrol didepan tenda dengan secangkir minuman hangat, akhirnya Baim
dan Arfan tidur deluan, sialnya ternyata mereka berdua ngorok..!!!! kalau tau
begini, harusnya saya yang tidur deluan, sebab saya agak terganggu dengan suara
dengkuran, jadinya setelah saya ingin tidur, kira kira jam 01.30, malah jadi
tidak bisa tidur. Kira-kira bisa tidur jam 02.30 lalu bangun jam 05.00, sungguh
hari yang sangat melelahkan.

17 Juni 2007, Setelah makan pagi yang menyedihkan (sarden dua kaleng dengan piring, sendok dan gelas masing masing berjumlah satu) kami membereskan camp dan seluruh packingan dimasukkan dalam carrier dan
disembunyikan disemak-semak. Jadi kami hanya membawa dua buah tackle bag ke
lokasi gua vertikal, gua sigai delapan. Jalan menuju entrance gua kira kira
sekitar 20 menit, namun memiliki tingkat kesulitan yang boleh dibilang tinggi.
Jalan turun sangat terjal hingga 80°. Setelah melalui medan yang membuat si
Baim maen prosotan, akhirnya kami sampai juga di entrancenya. Alat dikeluarkan
dan ternyata kami membawa sangat sedikit carabiner, bahkan webbingpun minim.
Sungguh sangat miskin sekali….tapi meskipun demikian, saya masih dapat
melakukan rigging dengan selamat.  

Penelusuran berlangsung hingga pukul 12.00 dan pada pukul 13.00 kami
meninggalkan tempat dengan sisa tenaga sarden yang tersisa untuk menuju desa
saghyang lawang dengan target operasi adalah : warung ..!!! Dengan perut yang
keroncongan dan tenaga yang terkuras saat penelusuran, teriknya matahari
membuat kami cukup mabok. Akhirnyaaa……desa itu pun nampak dihadapan kami,
namun mungkin tidak cukup membuat perut ini kenyang, sebab di desa itu tidak
ada warung nasi, jadi kami hanya makan mie instant saja. Kalau dipikir-pikir
cukup menyedihkan keadaan kami saat itu, tapi suasana yang ada sungguh hidup,
meriah dan bahkan lucu. Semua itu karena si Baim yang menurutku gokil abis.
Puas beristirahat dan mengisi perut perjalanan kami lanjutkan menuju gua
horisontal, gua cicopet. Penelusuran kami lalukan dari pukul 15.30 – 17.00.
Keadaan gua yang berlumpur dan penuh cacing, cukup membuat Arfan berkata, ”Gak
lagi dehh..!!!” Huahahahaa…..sekedar informasi, Baim dan Arfan adalah AM dari
KMPA untuk divisi caving.

Setelah berganti baju yang cukup bersih, pukul 18.00 kami meninggalkan lokasi dengan target operasi pemandian air panas. Kami mendapatkan informasi yang cukup menarik, bahwa terdapat pemandian air panas yang berlokasi tidak jauh dari citatah dengan harga hanya 1000 perak. Dengan bujuk dan rayuan Baim (yang saat itu paling bersemangat)akhirnya kami berempat menuju sanguling, tempat pemandian air panas tuu…tapi sebelumnya makan dulu dunks. Kami sempat tidak percaya dengan harga masuk pemandian yang hanya 1000, dalam bayangan pemandian pasti airnya kecil, kalau mau mandi harus nunggu dulu sejam, dan segala yang jelek-jelek dalam pikiran kami. Ternyata…..setelah langsung lihat tempat pemandiannya, memang tidak jauh dari bayangan kami. Terdapat 5 bilik kamar mandi dan satu bilik untuk berendam. Bedanya airnya sungguh berlimpah dan hangat airnya pas betul men…!!! Dengan 1000 perak kami bisa melepaskan semua bakteri-bakteri dari gua dan melakukan relaksasi dari hangatnya air, sungguh akhir perjalanan yang menyenangkan.

14-30 Juni 2007 # 2

Friday, July 13th, 2007

18 Juni 2007, belum hilang capek dari caving kemarin,
saya menguatkan diri untuk mencuci alat yang kotor, mulai dari tali, webbing,
sling, karabiner, srt set pada pagi hari, setelah semua alat saya jemur, saya
langsung menuju kosan untuk makan siang dan kembali terkapar hingga waktu
menunjukkan pukul 16.00, karena sudah janji pada seseorang, saya siap-siap
untuk packing lagi. Ternyata masih ada baju kotor yang belum saya cuci tapi
sudah direndam, dari pada baju busuk, dengan berlapang dada saya mencuci lagi.
Tenaga sungguh terkuras saat itu, lalu saya kembali ke sekre untuk membereskan
alat-alat yang tadi dijemur. Seluruh pekerjaan selesai kira-kira pukul 18.00.
Kembali ke kost, dan membereskan packingan. Setelah kuanggap semua beres, saya
menuju kosan Ical yang akan mengantarkan saya ke stasiun Kircon menuju Jogja.

Inilah pertama kalinya dalam sejarah
saya naik kereta ekonomi sendirian..!!!! Entah apa yang membuatku bisa
melakukan ini. Tentu saja karena janji yang telah saya buat, bahwa saya akan ke
jogja tanggal 18 Juni, maka saya harus menepatinya. Kurang lebih 11 jam
dikereta akhirnya saya menginjakkan kaki di kota ini lagi, Yogyakarta.

19 Juni 2007, Setelah mandi, saya beristirahat (tidur)
hingga pukul 15.00. Tau apa yang kulakukan setelahnya? Saya kembali packing
untuk siap-siap menuju Wekas, jalur pendakian Gn. Merbabu. Rencananya saya akan
melakukan pendakian Gn. Merbabu bersama rekan-rekan dari Mapasadha untuk
pendakian umum SMU Vanlith yang berjumlah sekitar 100 orang (woww….) Dua
hari, tepatnya 19-20 Juni, berada di Gn. Merbabu. Cuaca waktu itu cukup jelek,
berkabut, awan tebal dan gerimis, sehingga pendakian ini tidak memberikan banyak
kesan indah buatku. Turun dari Merbabu, sekitar pukul 15.00 sampai ke Basecamp
rumah pak Setiyoso (kalau tidak salah ingat ya) pukul 16.00 berangkat menuju
jogja.

Setelah beristirahat sehari, tanggal 21
Juni 2007
, saya kembali ke Bandung. Sebenarnya sangat lelah untuk kembali,
namun mengingat saya masih punya tugas untuk membatu pelaksanaan diklan RC anak
KA, maka dengan kekuatan bulan…tanggal
22 Juni
, saya sudah berada di Bandung lagi, di kosan lagi. Rombongan diklan
RC berangkat sore harinya. Tapi karena kondisi yang cukup lelah, saya
memutuskan beristirahat sehari dan menyusul ke tebing 48 citatah keesokan
harinya naik motor. 

22 Juni 2007, sekitar pukul 13.00 saya dan sapi sampai
di tebing 48, dan pukul 13.30 saya naik di jalur top rope dan nangkring di top
sambil ngeliatin dan ngawasin anak-anak KA yang ke top. Hingga waktu
menunjukkan pukul 18.00 saya dengan setia tetap menjadi penjaga top dengan
kamera canon milik ayis ditangan. Setiap ada anak KA yang nyampe top, saya foto
demikian saat mereka rappeling turun, saya foto juga, sungguh tugas yang sangat
mulia sekali bukan??hehehe. hari sudah mulai gelap dan saya sudah mulai merasa
tidak nyaman dengan kondisi yang gelap, akhirnya setelah mendapatkan instruksi
untuk cleaning, saya mendapatkan kiriman paket figure of 8 dan headlamp. Karena
hari sudah sangat gelap, cleaning cukup rawan dilakukan, setelah saya pikirkan
apakah lebih baik dicleaning besok pagi saja atau malam ini, saya memutuskan
untuk cleaning saja langsung, toh ada headlamp dan terang bulan yang
remang-remang. Hehehe…untuk saran saja sih, sebaiknya cleaning tuh besok pagi
saja, selain lebih secure, juga lebih oks untuk psikologi dan kesehatan mata
begituu..tapi berhubung waktu itu saya lagi diatas ya, mengapa tidak sekalian
saya tuntaskan saja pikirku. Inti yang terpenting adalah, tetap safatey saja,
mau malem it’s oke aja.

23 Juni 2007, seperti biasa dalam kegiatan diklan yang
sudah sudah, hari kedua adalah materi artificial dan SAR tebing. Saat itu
menunjukkan pukul 15.00 dan perut ini saya isi lagi dengan sisa nasi makan
siang, lumayan kapan lagi makan ayam. Namun sial tetap tidak ingin beranjak
dari ku, ternyata setelah maka tu nasi bungkus sisa, perutku rasanya aneh,
mendadak kembung dan masuk angin. Tapi saat itu saya masih merasa biasa saja,
dan beranggapan akan sembuh beberapa saat lagi. Mungkin ada 100 x saya
bersendawa dan kentut tapi perut tetap saja kembung. Disaat lagi puyeng dan
berusaha untuk terus membuang angin, tiba-tiba saya dipanggil untuk mencoba
manjat di jalur 10. wah sudah hampir 3 tahun saya tidak mencoba jalur ini
pikirku, jadi akhirnya saya mencoba manjat lagi di jalur 10, lumayan sampai
pada runner terakhir yang dipasang, saya bisa. Ternyata teknik manjatku masih
lumayan lah. Hehehehhe. Setelah selesai packing kami berdoa, mungkin waktu itu
saya lupa berdoa untuk kesehatan ni perut, jadinya pada saat perjalanan naek motor,
perut itu melilit sakit sekali. Badan saya sampai keringat dingin, bunyi perut
sudah tidak karuan, akhirnya di pom bensin saya box box dengan sangat
puas…boleh dibilang nikmat. Sungguh tidak rugi membaryar 1000 perak. Setelah
box box kupikir sakit perutku akan hilang, ternyata……..masih ada, bahkan
lebih parah sampai ingin muntah. Dengan susah payah saya menahan agar tidak
bocor atas dan bawah selama perjalanan, begitu sampai di kosan benar yang
kuprediksikan…diare lagi!!! Sebenarnya diare merupakan penyakit yang sudah
biasa buatku, obat nya simpel cuman pocari sweat sudah bisa menyembuhkan diare.
Saat itu sudah beli pocari sweat 3 kaleng, pikirku, AMAN..Ketika mau box box
lagi di kamar mandi mencium bau busuk banget, dan tanpa ngitung 1 2 3, langsung
tanpa pikir panjang, lambung ini jackpot dah
HHUUUEEKK…..HHUEEKK….HHUUEEEKKK…..HHHUUUEEKKKK…!!!!
semua makanan yang kumakan dari pagi
keluar melalui mulut dan hidung. Sial..!!!ini pertama kali nya sejak terakhir
aku muntah saat masih SD. Meskipun menyakitkan, tapi setelah muntah, perut
menjadi mendingan, sudah tidak kembung lagi. Lemah setelah muntah, saya
terkapar dilantar kamar hingga jam 00.00. Bangun tidur merasa bau dan kotor,
akhirnya saya mandi tengah malam. Byur byur byuuurrrrr…..

Keesokan harinya, 26 Juni 2007 saya
mengumpulkan tenaga dan mencoba memperbaiki kondisi, kira-kira setengah hari
saya sudah harus ke sekre lagi untuk melakukan koordinasi dengan anak-anak
sehubungan dengan diklan caving yang saya pegang yang sebentar lagi harus
terlaksana. Karena jadwal diklan RC yang mundur sehari, otomatis diklan caving
yang saya set tanggal 28-30 Juni harus mundur juga ke tanggal 29 Juni, sebab
sebelum diklan, anak KA harus ada materi kelas dan latihan SRT, mulai dari
melewati simpul, deviasi,dan intermediate. Sebelum berangkat mereka harus di
tes dan siapa yang tidak lulus tes SRT, tidak diperkenankan turun gua vertikal. 

Tanggal 27 Juni 2007, mulai jam 07.00 pagi anak KA dijadwalkan
mengikuti review dan latihan SRT di tower. Menemani mereka dari jam 08.00 pagi
hingga jam 08.00 malam. Wew…12 jam bersama….cape deehh… Sempat pulang ke
kos 2 jam, nyuci baju berhubung saya sudah tidak punya baju dan underwear untuk
dibawa ke sukabumi jika tidak dicuci. blum lagi besok nya sudah harus siap-siap
berangkat ke buni ayu, sukabumi sebagai pendarat. Ouuuugggghhh…ingin hilang
sejenak rasanya, tapi itu tidak mungkin, so besok pagi tanggal 28 Juni jam 09.00 saya dan ayis siap-siap untuk berangkat
dan waktu saat kami naik bis menunjukkan sekitar pukul 11.00. Sekitar pukul
16.30 akhirnya kami sampai juga di buni ayu, ternyata lagi ada syuting film bo’
Daerah sekitar hutan di buni ayu ini memang sering dijadikan lokasi syuting
film, seperti siluman harimau dll. Ternyata kali ini, syuting film Hercules,
tapi versi anak-anak, jadi herculesnya anak kecil gendut. Pak Kakai yang
bertanggung jawab mengenai masalah perijinan dan penggunaan lokasi saat itu
belum diketahui keberadaanya, sehingga saya dan ayis bersantai sejenak sambil
ngobrol dengan ibu warung dan para kru film. Kira-kira sekitar jam 19.00 Pak
Kakai nogngol bersama motor antiknya, motornya dihiasi balutan kain batik
diseluruh bodi motor dan dijok belakang terdapat boneka marsupilami yang
diinfus. Setelah melakukan perundingan dan nego harga, saya dan ayis kembali
bersantai sambil menyaksikan pengambilan gambar film Hercules. Pukul 21.00 saya
memutuskan untuk tidur, saat itu kami tidur warung depan pos.

Tanggal 29 Juni 2007, setelah menemukan lokasi camp disekitar
entrance gua, kami mencari lokasi entrace gua horisontal, namun karena ingatan
yang keropos dan tidak adanya informasi yang cukup, ditambah lagi rombongan
peserta diklan sudah hampir sampai di buni ayu, akhirnya saya memutuskan untuk
menghentikan pecarian dan kembali ke pos buni ayu. Peserta diklan yang tadinya
ingin saya pecah menjadi dua kelompok, tidak jadi saya lakukan berhubung jumlah
instruktur sangat terbatas, 4 orang dan jumlah peserta ada 8. terlalu boros
bila kupecah menjadi dua kelompok, ditambah lagi masalah HT yang waktu itu hanya
ada sepasang. Setelah berdiskusi dengan 3 orang instruktur yang dalam hal ini
disebut mentor (istilah baru bo’, baru dapat dari bu ketua) akhirnya ayis, sapi
dan adek yang akan masang anchor sedangkan aku mencari jalan menuju air terjun
dan entrance horisontal bersama anak KA yang mau ikut. Tadinya saya yang pengen
rigging, tapi berhubung terlihat adek sangat ingin rigging (dalam pandanganku)
maka saya mengalah (hueeeheeheee….kesannya master banget booo’) dan
berangkatlah kami (saya, wida, boleng, sigit dan acong menuju targaet operasi
air terjun dan entrance horisontal yang dikenal dengan nama ”entrance 3”.
Berdasarkan ilmu navigasi yang sudah dipelajari (navigasi cocot) maka jalanlah
kami berdasarkan informasi dari penduduk desa buni ayu yang sangat ramah
terhadap kami. Rasa rasanya kami semakin dekat saja ke target operasi yang kami
tuju. Jalan menuju air terjun sudah kami dapatkan, dan sekarang menuju entrance
3. Hari sudah semakin gelap, cahaya matahari sudah mulai menghilang dari
langit, gelapnya malam sudah menyapa kami dan kini kami hanya diterangi oleh
cahaya headlamp dan senter tiba tiba terasa ada yang aneh…..kami kembali ke
jalan semula menuju pos buni ayu, dengan kata lain, jalan yang kami lewati
adalah jalan menuju basecamp. Ditemani hujan yang turun semakin deras, akhirnya
kami kembali ke basecamp dengan terpaksa. Case closed tanpa disadari kami
diantar oleh penduduk kembali ke awal.
Wida yang pada dasarnya kurang suka dengan hal2 mistis menjadi sasaran
emput kami berempat. Entah kenapa suasana malam itu, dalam perjalanan pulang
sungguh hening, tak ada penduduk yang lalu lalang, semua rumah yang kami lewati
terasa sangat sepi dan hening, benar benar bisa membuat wida ketakutan.
Huahahahhahaaaa……bahkan dia sempat ragu apakah kami berempat ini benar
benar adalah kami yang asli. Kwakakakakkakakakaaa…….hiburan dikala senja
menyambut malam.

Anchor sudah dipasang dengan pengamanan berlapis, aman dah..!!! setelah
makan malam, adek turun sebagai rigging man disusul oleh ayis, lintasan sangat
mudah sebab hanya turun biasa saja, plong sampe dasar kira kira 20-30 meteran
lah. Anak-anak KA melakukannya dengan sangat baik, sebab sebagian besar memang
sudah menguasai teknik naik turun SRT dengan oks banget deh…Hanya saja mereka
masih ada masalah dengan intermediate, deviasi dan simpul, mungkin yang paling
parah intermediate. Jadi beruntung deh lintasan untuk diklan ini memungkinkan
tali tanpa hal semacam itu, sebab sehari sebelum ini, tes SRT anak KA ini cukup
menyita waktu, bahkan si monop muntah. Tadinya sih sempat khawatir dengan
kondisi mereka semua yang nota bene kurang tidur, tapi ternyata mereka semua
TOP banget deh, tidak mengecewakanku, bahkan aku bahagia bisa ngajak mereka
turun caving untuk yang pertama dalam hidup mereka. Sungguh kebahagiaan yang
tak ternilai harganya (hhhhuuuueeekkkhehehehe…!!!!) Terima kasih
Tuhan….mereka semua tidak mengeluh, seandainya saja ada salah satu dari
mereka yang terdengar mengeluh olehku, entah yah capek lah ato becek, jijik,
lumpur, saat itu pasti aku down banget. Biar gimanapun ne bawa anak orang
caving kalo mpe trauma susah juga jadinya.

Turun jam 8 malem, antrian mpe aku orang terakhir tuh jam 00.00 baru selese.
Akhirnya tanggal 30 Juni 2007.
Penelusuran target sampai jam 2 an trus balik dan naik lagi lewat jalur yang
sama. Penelusuran melewati sungai kira kira sejam lalu sungainya masuk rekahan
ke bawah dan kami melanjutkan penelusuran biasa, setelah kira2 hampir jam 2
kami beristirahat dan aku mengecek jalan di depan, ternyata cabang men!!!seru juga
kalo kita terus menyusuri percabangan, tapi sesuai dengan rencana, setelah ini
kami langsung balik. Ternyata jalan balik bisa lebih cepat sejam, itu artinya
saat berangkat kami menghabiskan waktu sejam untuk foto-foto dan menikmati
indahnya ornamen gua. Sampai dibawah lintasan sekitar jam 03.00 dan antrian
berakhir jam 06.30 an. Cuapeeekkk……rasanya ingin langsung mandi lalu tidur,
tapi kami masih harus bergegas menuju air terjun untuk cuci alat. Kira kira
sekitar jam 12.00 kami selesai cuci alat, dan saya juga sudah mandi dan
keramas, hueheheee….segarrr…Pukul 14.30 selesai makan siang dan packing
kami bersiap-siap menuju dayeuh kolot lagi, bandung deui. 

Perjalanan panjang dan melelahkan 14-30 Juni 2007. boleh dibilang saya
bangga bisa melakukan itu semua dengan cukup baik, meskipun mencret diare dan
muntah tapi saya tetap bangga dengan kondisi fisik saya yang cukup prima. Hihihihihi…

check this out

Thursday, July 12th, 2007

Sudah sangat lama rasanya tidak menulis. Hasrat untuk menulis seakan hilang
berangsur-angsur seiring dengan segala kesibukan yang ada. Saat ini, saya
mengetik didepan komputer yang telah menemaniku kuliah kurang lebih 3 tahun.
Meskipun sudah cukup lama ” Zentaku ” menemaniku, mulai dari begadang, ngerjain
tugas, dengerin MP3, maen games, dan segala bentuk eksperimen keingintahuan
yang lazim dilakukan dikomputer, ia tetap dengan gagah berdiri (apa duduk ya?)
dengan penuh debu untuk menemaniku (lagi) menulis suatu cerita yang sungguh
ingin kuabadikan dalam sebuah mahakarya agung (huahahahhaaa….yang ini agak
berlebihan..) yah maksudku, kisah ini ingin kutuangkan dalam sebuah tulisan
yang mungkin akan dibaca olehku lagi entah bulan depan, tahun depan, atau mungkin
dibaca oleh orang lain yang secara tidak sengaja menemukan lalu iseng membaca
tulisan ini. Oh atau mungkin juga orang itu memang tertarik untuk membaca
tulisanku ini.
Ah sudahlah, apapun itu tulisan ini based on my true
story.

Pengen tau? so check this out…!!!

 

14-30 Juni 2007

Thursday, July 12th, 2007

tanggal 14-30 Juni 2007 merupakan tanggal yang menjadi saksi dari perjuangan seluruh antibodi tubuhku dan stamina yang kupunya. cieeeee…..maksud loe????

yah…susah juga sih ngomongnya, tapi intinya aku pengen nuangin segala petualangan yang aku jalani selama tanggal 14-30 Juni itu dalam sebuah tulisan..sebab aku menyukai diriku saat beraktivitas sama seperti yang aku lakukan di tanggal tersebut..

gitudeee….

gk tau judul

Friday, July 6th, 2007

kemarin saya duduk disini
kemarin saya nongkrong disini
kemarin saya nonton disini
apa yang saya lakukan kemarin semuanya disini
di sekre

sekarang saya disini lagi
nongkrong disini lagi
dan akan nonton disini lagi

oyeee……
mau cerita dikit, tapi kesannya jadi kayak nulis diary
tapi gpp lah, tar kalo merasa gk penting tulisan ini kuhapus

kemaren nonton pilem indonesia, judul nya "Berbagi suami"
top emang, alur cerita natural dan alami.
toh pada kenyataan sekarang, orang orang dibumi ini, yah saya persempit, di indonesia, manusianya pada asuuu semua. yah dipersempit lagi…"laki laki" sebagian besar atau semua ya? adalah berjiwa asuuu…!!!!!!

punya bini lebih dari satu, ato punya bini satu tapi maen gila or selingkuh sama perempuan lagi. sebenarnya ada gk sih arti dari satu kata "setia" di bumi ini???soalnya, kalo emang "setia" itu dah gk ada artinya lagi, sok mari sama-sama kita musnahkan saja kata yang satu itu. ngapain dia (baca : setia) ada dikosakata bahasa kalo pada kenyataanya gk pernah ada lagi.

penting gk sih setia itu? kalo emang gk penting ngapain nikah punya anak trus  baru mau mati dengan tenang? kenapa gk langsung mati aja? dari pada nambah2 dosa sebelum mati?? ato kalo emang gk bisa setia, maka dilegalkanlah dan diaturkanlah pada suatu aturan untuk bisa punya bini lebih dari satu. sok atuh….yang merasa aturan itu pantas untuk dijalankan (untung aja aturan itu gk ada tambahan kata "wajib" untuk semua perempuan untuk bisa menerima)

kenapa pria dianggap "biasa" kalo berselingkuh?? apakah mereka memang mendapatkan tiket emas untuk "hal" itu?? bahkan pernah ada seorang teman (cewek) yang mengatakan "saya lebih bisa memaklumi kalau cowok selingkuh dari pada cewek selingkuh" ohh GOD…!!!! selingkuh bisa dibenarkan untuk kaum pria…!!!! sebagai seorang cewek, aku malu denger dia bisa ngomong seperti itu, coz dia tuh cewek. berarti bisa diartikan, kelak kalau dia punya pacar atau suami yang selingkuh, itu tidak masalah buat dia (di satu sisi bagus sih, jadinya gk ada perceraian, tapi makan hati kaleeee…!!!)

well, terlepas dari subjektifitas pendapat masing-masing orang, saya tetap mempertanyakan apakah "setia" itu masih ada di bumi ini?di negara ini?di kota ini? di lingkungan ini? sebab bila itu masih ada, saya ingin ada di dalamnya..

Thanks for all bad things I ever pass, coz them make me strong, make me realize the real life…