14-30 Juni 2007 # 1

Hari itu, tepatnya tanggal 14 Juni 2007 saya menyelesaikan UAS
terahkir, dalam kepalaku dipenuhi banyak sekali schedule yang harus segera saya
selesaikan. Tanggal 16 Juni saya sudah membuat janji dengan rekan dari KMPA ITB
untuk caving bareng di citatah, kegiatan ini sekaligus untuk mengetahui lokasi
gua yang ada di citatah dan untuk survey lokasi diklan AM Kawah Asa (KA) yang
kelak untuk dipertimbangkan.. Konfirmasi baru sebatas sms, sedangkan hari “H”
tinggal 2 hari lagi, saya sedikit pesimis kegiatan ini dapat berlangsung, sebab
dari sekre sendiri tidak ada yang dapat menemani saya, bila mau pergi sendirian
itu tidak mungkin, maka untuk memastikan segala sesuatunya, saya pun hendak
berangkat ke ITB untuk melakukan koordinasi. Namun ternyata saat itu saya tidak
berhasil mendapat pinjaman motor, sehingga saya membuat janji baru dengan Beri
pada esok harinya, 15 Juni sore hari.

15 Juni 2007, sebelumnya saya sudah mendapatkan
pinjaman motor untuk jam 4 sore.
Entah apa yang membuatku sangat sial
hari itu. Saat itu yang empunya motor malah make motor yang sebenarnya sudah
dijanjikan untuk dipinjamkan padaku, katanya sih cuma sebentar, dan berhubung
dia yang empunya motor, waktu itu, saya maklumi saja, toh waktu itu jam masih
menunjukkan pukul 15.00. dalam pikiranku, dia akan kembali jam 4 sore sesuai
janjinya atau selambat lambatnya jam 5. Ternyata sampai jam 18.30 yang empunya
motor bersama motornya tidak kunjung datang, maka geramlah diriku yang tidak
kuasa menahan emosi. Saya akhirnya mencari pinjaman motor lain, meskipun harus
menguras pulsa telepon saya tidak peduli, akhirnya dengan jalan yang sangat
ruwet tapi sukses, saya berhasil mendapat pinjaman motor ucup. Jalur
peminjamannya seperti ini: ucup pulang kampong dan motornya dititipkan ke
amirul, ternyata amirul lupa untuk mengantarkan motor ucup ke saya, setelah
saya telepon, ternyata amirul juga sudah tidak berada di bandung, motor ucup dititipkan ke amin, teman
kosannya. Setelah menelpon amin, akhirnya saya mendapatkan pinjaman motor. Saat
itu saya kesal sekali dengan si empunya motor yang menurutku telah “nipu” tidak
bisa menepati janji, tapi ternyata ini memang harus terjadi, yah maksudku ada
hikmah dari peristiwa ini. Ternyata rute/jalur menuju lokasi gua di citatah
sungguh “edan” dan sangat tidak mungkin untuk memakai “Mio” dalam kondisi jalan
berbatu yang menanjak, dengan estimasi waktu sekitar 30 menit. Kejadian yang
mengesalkan itu pun kini tidak pernah menjadi kejadian yang mengesalkan yang
sia-sia.

Akhirnya saya ke KMPA juga, saat
itu waktu menunjukkan pukul 8 malam. Rekan rekan dari KMPA terlihat cukup kaget melihat saya datang sendirian.
Dengan kepala yang cukup berat, dan tingkat stress yang tinggi saya melakukan
koordinasi yang cukup lama dengan Beri. Saat itu tingkat stressku cukup tinggi,
sehingga saya sulit membuat suatu keputusan, akhirnya pukul 00.00 saya menelpon
seseorang yang mungkin dapat membantu saya untuk membuat keputusan. Sepuluh
menit waktu saya menelpon cukup membuat saya yakin untuk memutuskan, masuk gua
vertikal dan horisontal dengan waktu pelaksanaan 16-17 Juni 2007 (tadinya ada
alternatif hanya masuk gua horisontal dan hanya sehari, tidak nge-camp)

16 Juni 2007, pukul 18.00 dua rekan dari KMPA yakni,
Baim dan Arfan datang ke sekre. Rencananya kami berangkat dari sekre Astacala,
sebab tidak mungkin saya ke KMPA bawa motor sendirian sambil bawa carrier.
Sekitar pukul 19.30 kami bertiga berangkat, saat ingin mengisi bensin, saya
menyadari dompet tidak ada di daypack, akhirnya saya kembali ke sekre,
mengobrak abrik tapi dompet tetap tidak menunjukkan keberadaannya. Dengann
segala kekesalan dan kedongkolan, akhirnya saya kembali ke pom bensin, dan
kembali berangkat menuju lokasi Beri menunggu kami. Pikirku tidak mungkin
menunda keberangkatan atau membatalkannya, maka akhirnya kuberanikan diri untuk
nekad ke citatah tanpa dompet, dengan isinya yang paling penting: STNK motor :p 

Sampai dicitatah dengan selamat. Ada masalah lagi…doome yang dibawa oleh
anak KMPA ternyata framenya patah, maka jadilah frame itu harus kami sambung
dulu dengan segenap cara yang mungkin, setelah berdiripun, bentuk doomenya
sungguh sangat menyedihkan, tapi ia doome yang telah memberikan kami berempat
tempat tidur yang cukup nyaman (karena tidak ada yang lain) Setelah beberapa
saat kami ngobrol didepan tenda dengan secangkir minuman hangat, akhirnya Baim
dan Arfan tidur deluan, sialnya ternyata mereka berdua ngorok..!!!! kalau tau
begini, harusnya saya yang tidur deluan, sebab saya agak terganggu dengan suara
dengkuran, jadinya setelah saya ingin tidur, kira kira jam 01.30, malah jadi
tidak bisa tidur. Kira-kira bisa tidur jam 02.30 lalu bangun jam 05.00, sungguh
hari yang sangat melelahkan.

17 Juni 2007, Setelah makan pagi yang menyedihkan (sarden dua kaleng dengan piring, sendok dan gelas masing masing berjumlah satu) kami membereskan camp dan seluruh packingan dimasukkan dalam carrier dan
disembunyikan disemak-semak. Jadi kami hanya membawa dua buah tackle bag ke
lokasi gua vertikal, gua sigai delapan. Jalan menuju entrance gua kira kira
sekitar 20 menit, namun memiliki tingkat kesulitan yang boleh dibilang tinggi.
Jalan turun sangat terjal hingga 80°. Setelah melalui medan yang membuat si
Baim maen prosotan, akhirnya kami sampai juga di entrancenya. Alat dikeluarkan
dan ternyata kami membawa sangat sedikit carabiner, bahkan webbingpun minim.
Sungguh sangat miskin sekali….tapi meskipun demikian, saya masih dapat
melakukan rigging dengan selamat.  

Penelusuran berlangsung hingga pukul 12.00 dan pada pukul 13.00 kami
meninggalkan tempat dengan sisa tenaga sarden yang tersisa untuk menuju desa
saghyang lawang dengan target operasi adalah : warung ..!!! Dengan perut yang
keroncongan dan tenaga yang terkuras saat penelusuran, teriknya matahari
membuat kami cukup mabok. Akhirnyaaa……desa itu pun nampak dihadapan kami,
namun mungkin tidak cukup membuat perut ini kenyang, sebab di desa itu tidak
ada warung nasi, jadi kami hanya makan mie instant saja. Kalau dipikir-pikir
cukup menyedihkan keadaan kami saat itu, tapi suasana yang ada sungguh hidup,
meriah dan bahkan lucu. Semua itu karena si Baim yang menurutku gokil abis.
Puas beristirahat dan mengisi perut perjalanan kami lanjutkan menuju gua
horisontal, gua cicopet. Penelusuran kami lalukan dari pukul 15.30 – 17.00.
Keadaan gua yang berlumpur dan penuh cacing, cukup membuat Arfan berkata, ”Gak
lagi dehh..!!!” Huahahahaa…..sekedar informasi, Baim dan Arfan adalah AM dari
KMPA untuk divisi caving.

Setelah berganti baju yang cukup bersih, pukul 18.00 kami meninggalkan lokasi dengan target operasi pemandian air panas. Kami mendapatkan informasi yang cukup menarik, bahwa terdapat pemandian air panas yang berlokasi tidak jauh dari citatah dengan harga hanya 1000 perak. Dengan bujuk dan rayuan Baim (yang saat itu paling bersemangat)akhirnya kami berempat menuju sanguling, tempat pemandian air panas tuu…tapi sebelumnya makan dulu dunks. Kami sempat tidak percaya dengan harga masuk pemandian yang hanya 1000, dalam bayangan pemandian pasti airnya kecil, kalau mau mandi harus nunggu dulu sejam, dan segala yang jelek-jelek dalam pikiran kami. Ternyata…..setelah langsung lihat tempat pemandiannya, memang tidak jauh dari bayangan kami. Terdapat 5 bilik kamar mandi dan satu bilik untuk berendam. Bedanya airnya sungguh berlimpah dan hangat airnya pas betul men…!!! Dengan 1000 perak kami bisa melepaskan semua bakteri-bakteri dari gua dan melakukan relaksasi dari hangatnya air, sungguh akhir perjalanan yang menyenangkan.

Leave a Reply