14-30 Juni 2007 # 2

18 Juni 2007, belum hilang capek dari caving kemarin,
saya menguatkan diri untuk mencuci alat yang kotor, mulai dari tali, webbing,
sling, karabiner, srt set pada pagi hari, setelah semua alat saya jemur, saya
langsung menuju kosan untuk makan siang dan kembali terkapar hingga waktu
menunjukkan pukul 16.00, karena sudah janji pada seseorang, saya siap-siap
untuk packing lagi. Ternyata masih ada baju kotor yang belum saya cuci tapi
sudah direndam, dari pada baju busuk, dengan berlapang dada saya mencuci lagi.
Tenaga sungguh terkuras saat itu, lalu saya kembali ke sekre untuk membereskan
alat-alat yang tadi dijemur. Seluruh pekerjaan selesai kira-kira pukul 18.00.
Kembali ke kost, dan membereskan packingan. Setelah kuanggap semua beres, saya
menuju kosan Ical yang akan mengantarkan saya ke stasiun Kircon menuju Jogja.

Inilah pertama kalinya dalam sejarah
saya naik kereta ekonomi sendirian..!!!! Entah apa yang membuatku bisa
melakukan ini. Tentu saja karena janji yang telah saya buat, bahwa saya akan ke
jogja tanggal 18 Juni, maka saya harus menepatinya. Kurang lebih 11 jam
dikereta akhirnya saya menginjakkan kaki di kota ini lagi, Yogyakarta.

19 Juni 2007, Setelah mandi, saya beristirahat (tidur)
hingga pukul 15.00. Tau apa yang kulakukan setelahnya? Saya kembali packing
untuk siap-siap menuju Wekas, jalur pendakian Gn. Merbabu. Rencananya saya akan
melakukan pendakian Gn. Merbabu bersama rekan-rekan dari Mapasadha untuk
pendakian umum SMU Vanlith yang berjumlah sekitar 100 orang (woww….) Dua
hari, tepatnya 19-20 Juni, berada di Gn. Merbabu. Cuaca waktu itu cukup jelek,
berkabut, awan tebal dan gerimis, sehingga pendakian ini tidak memberikan banyak
kesan indah buatku. Turun dari Merbabu, sekitar pukul 15.00 sampai ke Basecamp
rumah pak Setiyoso (kalau tidak salah ingat ya) pukul 16.00 berangkat menuju
jogja.

Setelah beristirahat sehari, tanggal 21
Juni 2007
, saya kembali ke Bandung. Sebenarnya sangat lelah untuk kembali,
namun mengingat saya masih punya tugas untuk membatu pelaksanaan diklan RC anak
KA, maka dengan kekuatan bulan…tanggal
22 Juni
, saya sudah berada di Bandung lagi, di kosan lagi. Rombongan diklan
RC berangkat sore harinya. Tapi karena kondisi yang cukup lelah, saya
memutuskan beristirahat sehari dan menyusul ke tebing 48 citatah keesokan
harinya naik motor. 

22 Juni 2007, sekitar pukul 13.00 saya dan sapi sampai
di tebing 48, dan pukul 13.30 saya naik di jalur top rope dan nangkring di top
sambil ngeliatin dan ngawasin anak-anak KA yang ke top. Hingga waktu
menunjukkan pukul 18.00 saya dengan setia tetap menjadi penjaga top dengan
kamera canon milik ayis ditangan. Setiap ada anak KA yang nyampe top, saya foto
demikian saat mereka rappeling turun, saya foto juga, sungguh tugas yang sangat
mulia sekali bukan??hehehe. hari sudah mulai gelap dan saya sudah mulai merasa
tidak nyaman dengan kondisi yang gelap, akhirnya setelah mendapatkan instruksi
untuk cleaning, saya mendapatkan kiriman paket figure of 8 dan headlamp. Karena
hari sudah sangat gelap, cleaning cukup rawan dilakukan, setelah saya pikirkan
apakah lebih baik dicleaning besok pagi saja atau malam ini, saya memutuskan
untuk cleaning saja langsung, toh ada headlamp dan terang bulan yang
remang-remang. Hehehe…untuk saran saja sih, sebaiknya cleaning tuh besok pagi
saja, selain lebih secure, juga lebih oks untuk psikologi dan kesehatan mata
begituu..tapi berhubung waktu itu saya lagi diatas ya, mengapa tidak sekalian
saya tuntaskan saja pikirku. Inti yang terpenting adalah, tetap safatey saja,
mau malem it’s oke aja.

23 Juni 2007, seperti biasa dalam kegiatan diklan yang
sudah sudah, hari kedua adalah materi artificial dan SAR tebing. Saat itu
menunjukkan pukul 15.00 dan perut ini saya isi lagi dengan sisa nasi makan
siang, lumayan kapan lagi makan ayam. Namun sial tetap tidak ingin beranjak
dari ku, ternyata setelah maka tu nasi bungkus sisa, perutku rasanya aneh,
mendadak kembung dan masuk angin. Tapi saat itu saya masih merasa biasa saja,
dan beranggapan akan sembuh beberapa saat lagi. Mungkin ada 100 x saya
bersendawa dan kentut tapi perut tetap saja kembung. Disaat lagi puyeng dan
berusaha untuk terus membuang angin, tiba-tiba saya dipanggil untuk mencoba
manjat di jalur 10. wah sudah hampir 3 tahun saya tidak mencoba jalur ini
pikirku, jadi akhirnya saya mencoba manjat lagi di jalur 10, lumayan sampai
pada runner terakhir yang dipasang, saya bisa. Ternyata teknik manjatku masih
lumayan lah. Hehehehhe. Setelah selesai packing kami berdoa, mungkin waktu itu
saya lupa berdoa untuk kesehatan ni perut, jadinya pada saat perjalanan naek motor,
perut itu melilit sakit sekali. Badan saya sampai keringat dingin, bunyi perut
sudah tidak karuan, akhirnya di pom bensin saya box box dengan sangat
puas…boleh dibilang nikmat. Sungguh tidak rugi membaryar 1000 perak. Setelah
box box kupikir sakit perutku akan hilang, ternyata……..masih ada, bahkan
lebih parah sampai ingin muntah. Dengan susah payah saya menahan agar tidak
bocor atas dan bawah selama perjalanan, begitu sampai di kosan benar yang
kuprediksikan…diare lagi!!! Sebenarnya diare merupakan penyakit yang sudah
biasa buatku, obat nya simpel cuman pocari sweat sudah bisa menyembuhkan diare.
Saat itu sudah beli pocari sweat 3 kaleng, pikirku, AMAN..Ketika mau box box
lagi di kamar mandi mencium bau busuk banget, dan tanpa ngitung 1 2 3, langsung
tanpa pikir panjang, lambung ini jackpot dah
HHUUUEEKK…..HHUEEKK….HHUUEEEKKK…..HHHUUUEEKKKK…!!!!
semua makanan yang kumakan dari pagi
keluar melalui mulut dan hidung. Sial..!!!ini pertama kali nya sejak terakhir
aku muntah saat masih SD. Meskipun menyakitkan, tapi setelah muntah, perut
menjadi mendingan, sudah tidak kembung lagi. Lemah setelah muntah, saya
terkapar dilantar kamar hingga jam 00.00. Bangun tidur merasa bau dan kotor,
akhirnya saya mandi tengah malam. Byur byur byuuurrrrr…..

Keesokan harinya, 26 Juni 2007 saya
mengumpulkan tenaga dan mencoba memperbaiki kondisi, kira-kira setengah hari
saya sudah harus ke sekre lagi untuk melakukan koordinasi dengan anak-anak
sehubungan dengan diklan caving yang saya pegang yang sebentar lagi harus
terlaksana. Karena jadwal diklan RC yang mundur sehari, otomatis diklan caving
yang saya set tanggal 28-30 Juni harus mundur juga ke tanggal 29 Juni, sebab
sebelum diklan, anak KA harus ada materi kelas dan latihan SRT, mulai dari
melewati simpul, deviasi,dan intermediate. Sebelum berangkat mereka harus di
tes dan siapa yang tidak lulus tes SRT, tidak diperkenankan turun gua vertikal. 

Tanggal 27 Juni 2007, mulai jam 07.00 pagi anak KA dijadwalkan
mengikuti review dan latihan SRT di tower. Menemani mereka dari jam 08.00 pagi
hingga jam 08.00 malam. Wew…12 jam bersama….cape deehh… Sempat pulang ke
kos 2 jam, nyuci baju berhubung saya sudah tidak punya baju dan underwear untuk
dibawa ke sukabumi jika tidak dicuci. blum lagi besok nya sudah harus siap-siap
berangkat ke buni ayu, sukabumi sebagai pendarat. Ouuuugggghhh…ingin hilang
sejenak rasanya, tapi itu tidak mungkin, so besok pagi tanggal 28 Juni jam 09.00 saya dan ayis siap-siap untuk berangkat
dan waktu saat kami naik bis menunjukkan sekitar pukul 11.00. Sekitar pukul
16.30 akhirnya kami sampai juga di buni ayu, ternyata lagi ada syuting film bo’
Daerah sekitar hutan di buni ayu ini memang sering dijadikan lokasi syuting
film, seperti siluman harimau dll. Ternyata kali ini, syuting film Hercules,
tapi versi anak-anak, jadi herculesnya anak kecil gendut. Pak Kakai yang
bertanggung jawab mengenai masalah perijinan dan penggunaan lokasi saat itu
belum diketahui keberadaanya, sehingga saya dan ayis bersantai sejenak sambil
ngobrol dengan ibu warung dan para kru film. Kira-kira sekitar jam 19.00 Pak
Kakai nogngol bersama motor antiknya, motornya dihiasi balutan kain batik
diseluruh bodi motor dan dijok belakang terdapat boneka marsupilami yang
diinfus. Setelah melakukan perundingan dan nego harga, saya dan ayis kembali
bersantai sambil menyaksikan pengambilan gambar film Hercules. Pukul 21.00 saya
memutuskan untuk tidur, saat itu kami tidur warung depan pos.

Tanggal 29 Juni 2007, setelah menemukan lokasi camp disekitar
entrance gua, kami mencari lokasi entrace gua horisontal, namun karena ingatan
yang keropos dan tidak adanya informasi yang cukup, ditambah lagi rombongan
peserta diklan sudah hampir sampai di buni ayu, akhirnya saya memutuskan untuk
menghentikan pecarian dan kembali ke pos buni ayu. Peserta diklan yang tadinya
ingin saya pecah menjadi dua kelompok, tidak jadi saya lakukan berhubung jumlah
instruktur sangat terbatas, 4 orang dan jumlah peserta ada 8. terlalu boros
bila kupecah menjadi dua kelompok, ditambah lagi masalah HT yang waktu itu hanya
ada sepasang. Setelah berdiskusi dengan 3 orang instruktur yang dalam hal ini
disebut mentor (istilah baru bo’, baru dapat dari bu ketua) akhirnya ayis, sapi
dan adek yang akan masang anchor sedangkan aku mencari jalan menuju air terjun
dan entrance horisontal bersama anak KA yang mau ikut. Tadinya saya yang pengen
rigging, tapi berhubung terlihat adek sangat ingin rigging (dalam pandanganku)
maka saya mengalah (hueeeheeheee….kesannya master banget booo’) dan
berangkatlah kami (saya, wida, boleng, sigit dan acong menuju targaet operasi
air terjun dan entrance horisontal yang dikenal dengan nama ”entrance 3”.
Berdasarkan ilmu navigasi yang sudah dipelajari (navigasi cocot) maka jalanlah
kami berdasarkan informasi dari penduduk desa buni ayu yang sangat ramah
terhadap kami. Rasa rasanya kami semakin dekat saja ke target operasi yang kami
tuju. Jalan menuju air terjun sudah kami dapatkan, dan sekarang menuju entrance
3. Hari sudah semakin gelap, cahaya matahari sudah mulai menghilang dari
langit, gelapnya malam sudah menyapa kami dan kini kami hanya diterangi oleh
cahaya headlamp dan senter tiba tiba terasa ada yang aneh…..kami kembali ke
jalan semula menuju pos buni ayu, dengan kata lain, jalan yang kami lewati
adalah jalan menuju basecamp. Ditemani hujan yang turun semakin deras, akhirnya
kami kembali ke basecamp dengan terpaksa. Case closed tanpa disadari kami
diantar oleh penduduk kembali ke awal.
Wida yang pada dasarnya kurang suka dengan hal2 mistis menjadi sasaran
emput kami berempat. Entah kenapa suasana malam itu, dalam perjalanan pulang
sungguh hening, tak ada penduduk yang lalu lalang, semua rumah yang kami lewati
terasa sangat sepi dan hening, benar benar bisa membuat wida ketakutan.
Huahahahhahaaaa……bahkan dia sempat ragu apakah kami berempat ini benar
benar adalah kami yang asli. Kwakakakakkakakakaaa…….hiburan dikala senja
menyambut malam.

Anchor sudah dipasang dengan pengamanan berlapis, aman dah..!!! setelah
makan malam, adek turun sebagai rigging man disusul oleh ayis, lintasan sangat
mudah sebab hanya turun biasa saja, plong sampe dasar kira kira 20-30 meteran
lah. Anak-anak KA melakukannya dengan sangat baik, sebab sebagian besar memang
sudah menguasai teknik naik turun SRT dengan oks banget deh…Hanya saja mereka
masih ada masalah dengan intermediate, deviasi dan simpul, mungkin yang paling
parah intermediate. Jadi beruntung deh lintasan untuk diklan ini memungkinkan
tali tanpa hal semacam itu, sebab sehari sebelum ini, tes SRT anak KA ini cukup
menyita waktu, bahkan si monop muntah. Tadinya sih sempat khawatir dengan
kondisi mereka semua yang nota bene kurang tidur, tapi ternyata mereka semua
TOP banget deh, tidak mengecewakanku, bahkan aku bahagia bisa ngajak mereka
turun caving untuk yang pertama dalam hidup mereka. Sungguh kebahagiaan yang
tak ternilai harganya (hhhhuuuueeekkkhehehehe…!!!!) Terima kasih
Tuhan….mereka semua tidak mengeluh, seandainya saja ada salah satu dari
mereka yang terdengar mengeluh olehku, entah yah capek lah ato becek, jijik,
lumpur, saat itu pasti aku down banget. Biar gimanapun ne bawa anak orang
caving kalo mpe trauma susah juga jadinya.

Turun jam 8 malem, antrian mpe aku orang terakhir tuh jam 00.00 baru selese.
Akhirnya tanggal 30 Juni 2007.
Penelusuran target sampai jam 2 an trus balik dan naik lagi lewat jalur yang
sama. Penelusuran melewati sungai kira kira sejam lalu sungainya masuk rekahan
ke bawah dan kami melanjutkan penelusuran biasa, setelah kira2 hampir jam 2
kami beristirahat dan aku mengecek jalan di depan, ternyata cabang men!!!seru juga
kalo kita terus menyusuri percabangan, tapi sesuai dengan rencana, setelah ini
kami langsung balik. Ternyata jalan balik bisa lebih cepat sejam, itu artinya
saat berangkat kami menghabiskan waktu sejam untuk foto-foto dan menikmati
indahnya ornamen gua. Sampai dibawah lintasan sekitar jam 03.00 dan antrian
berakhir jam 06.30 an. Cuapeeekkk……rasanya ingin langsung mandi lalu tidur,
tapi kami masih harus bergegas menuju air terjun untuk cuci alat. Kira kira
sekitar jam 12.00 kami selesai cuci alat, dan saya juga sudah mandi dan
keramas, hueheheee….segarrr…Pukul 14.30 selesai makan siang dan packing
kami bersiap-siap menuju dayeuh kolot lagi, bandung deui. 

Perjalanan panjang dan melelahkan 14-30 Juni 2007. boleh dibilang saya
bangga bisa melakukan itu semua dengan cukup baik, meskipun mencret diare dan
muntah tapi saya tetap bangga dengan kondisi fisik saya yang cukup prima. Hihihihihi…

One Response to “14-30 Juni 2007 # 2”

  1. komeng Says:

    blh kita bg2 pengalaman or bg2 ilmu

Leave a Reply