Bila saat itu tiba

Bila aku bisa memilih, kupasti memilih untuk tetap melihat hijaunya daun, beningnya sungai dan sejuknya angin di sore hari.

Bila bisa memilih, kupasti akan terus berharap bisa tetap menjadi seorang yang kuat, tahan banting, dengan segala masalah yang ada kan membuatku lebih dewasa bukan membuatku putus asa

Bila aku bisa memilih, kuingin memilih untuk menetapkan pilihanku pada satu orang yang bisa menerimaku apa adanya. Membuatku tersenyum kala aku bersedih, dan tertawa bersamaku kala bahagia itu datang.

Kala sepi itu datang kuingin dia datang membawakan cerita yang bisa membuat hari ini lebih bersemangat. Sebab aku ingin percaya bahwa apa yang kujalani kini bukanlah untuk mengetahui bahwa semua itu harus kulepaskan suatu saat, tapi untuk kudekap terus selamanya.

Mungkinkah?

Bila saat itu tiba, saat itu jawaban pasti kan datang

2 Responses to “Bila saat itu tiba”

  1. rama Says:

    jalanin aja von…, dunia petualangan nga akan hilang dari diri kita…sampai akhir hayat, ngapain dunia petualangan ini kita lepaskan apabila itu membuat hidup kita lebih berarti… semangat!!! bulan agustus ke bjm ya….pendakian merah putih ke puncak gunung halau - halau, ntar sekalian kepasar terapung en pulau kembang.. jenguk saudara mu…, salam buat saudara di astacala…. lestari!!!

  2. Ocep Says:

    Hidup ini nyata, disaat kita jatuh n disaat kita bangun itu semua adalah proses untuk bisa melangkah lebih jauh lagi, semua akan ada saatnya n terjadi tepat pada waktunya…karena itu katakan pada matahari esok ‘Selamat Pagi Dunia’ n dia akan menuntunmu pada semua Ciptaan-Nya…

Leave a Reply